Senin, 02 November 2015

SEMANGAT PELUNCURAN GEBYAR TABUHAN PUSKESMAS BAJULMATI


Semakin banyaknya kasus  TB Paru, HIV/AIDS dan NAPZA di masyarakat mendorong Kepala Puskesmas Bajulmati, dr. Cincin Hari Purwati, untuk membuat kegiatan inovasi. Kegiatan yang diberi nama GEBYAR TABUHAN yang merupakan kependekan dari Gerakan Bersama Masyarakat  Berantas TB Paru, HIV/AIDS dan NAPZA adalah program inovasi terbaru yang diluncurkan pada tanggal 28 Oktober 2015 di Puskesmas Bajulmati, Wongsorejo, Banyuwangi bersamaan dengan Peringatan Nasional Hari Sumpah Pemuda.
Tujuan kegiatan yang diikuti oleh Kader Kesehatan Desa pilihan di 7 desa sewilayah kerja Puskesmas Bajulmati tidak lain memberikan pengetahuan pada mereka yang menjadi ujung tombak di masyarakat dan sebagai Duta Kesehatan yang akan berperan serta dalam penyuluhan pada warga / kelompok masyarakat resiko tinggi di desa mereka masing-masing.
Dalam penyuluhannya, dr. Titik Istirahayu menyampaikan materi pengetahuan dasar tentang HIV/AIDS dan NAPZA dengan penuh semangat dan informatif sehingga para Kader dapat memahami materi yang diterangkan. Tidak kalah semangat pula, Bpk. Adi Suyatno selaku koordinator TBC Puskesmas Bajulmati pun juga sangat komunikatif dalam menyampaikan materi tentang Tuberculosis (TBC) di hadapan Kader Kesehatan Desa Puskesmas Bajulmati. Semua Kader Kesehatan Desa yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Puskesmas Bajulmati. Beberapa pertanyaan pun disampaikan oleh kader setelah masing-masing Koordinator Program menyampaikan materinya.
Pada hari yang bersamaan, dibentuk pula kader kesehatan jiwa yang yang dipandu oleh Ibu Ita Srialis, Amd. Kep. Dalam pengarahannya Ibu Koordinator Kesehatan Jiwa Puskesmas Bajulmati tersebut berharap agar meningkatkan rasa kepedulian keluarga terhadap pasien dengan gangguang jiwa

Dalam peluncuran program inovatif tersebut, Kepala Puskesmas Bajulmati, dr. Cincin Hari Purwati, menyampaikan pesan kepada semua Kader Kesehatan Desa Puskesmas Bajulmati, “Menghadapi tingginya kasus TB Paru, HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotik, Psikotropik dan Zat adiktif), kita harus semakin sadar akan perlunya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, maka pentingnya sosialisasi yang terus menerus di masyarakat tentang perilaku pencegahan terhadap TB Paru, HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. Bagaimanapun, mencegah adalah lebih baik, lebih murah dan lebih hemat daripada mengobati serta tetaplah peduli pada pasien gangguan jiwa”. Di akhir kegiatan, Bpk. H. M. Sarwo Sugiarto, S. Kep. Ns. memimpin doa agar semua upaya yang dilakukan Puskesmas Bajulmati melalui program inovatif ini bisa mendapatkan hasil yang baik untuk masyarakat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar